Riwayat Singkat

Berawal dari keresahan petani selalu dalam kondisi yang termarjinalkan, akademisi Program Doktor Pemberdayaan Masyarakat, Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta mewujudkan wadah bersama bernama facilitator yaitu persekutuan perdata yang dibentuk oleh para mahasiswa dengan beberapa dosen yang kemudian bekerjasama dengan salah satu Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Kabupaten Sukoharjo untuk mengembangkan Badan Usaha Milik Petani (BUMP).

Secara konseptual, Pakpahan (2007) mengemukakan bahwa BUMP merupakan sarana gotong royong masyarakat yang mengembangkan koperasi di Indonesia. Melalui BUMP, diyakini petani dapat bersinergi dengan pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Swasta (BUMS). Bentuk usaha BUMP yang dimiliki masyarakat (petani) dapat berbentuk usaha (badan hukum) koperasi atau Perseroan Terbatas (PT) sesuai kebutuhan petani. Yang perlu diingat adalah kelemahan dan kelebihannya dari dua struktur badan usaha yang berbeda tersebut, BUMP dapat dikembangkan sebagai hibrida perseroan dan koperasi yang semangatnya koperasi tetapi wujudnya PT.

Tentang hal ini, melalui proses pertimbangan yang panjang pada akhirnya atas kerja sama facilitator dengan Gapoktan di Kabupaten Sukoharjo sepakat mendirikan BUMP dalam bentuk Perseroan Terbatas (PT). Tepat pada 11 Maret 2009, Badan Usaha Milik Petani (BUMP) di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah diresmikan dengan nama BUMP PT. Gapoktan Facilitator Sejahtera. Demikian pula BUMP yang telah dikembangkan melalui program FEATI (Farmer Empowerment Through Agricultural Technology and Information) pada tahun 2012 di Kabupaten Magelang dan Temanggung Provinsi Jawa Tengah berbentuk Perseroan Terbatas (PT).

Sejak saat itu, terbentuklah Badan Usaha Milik Petani (BUMP) sebagai kelembagaan ekonomi petani dalam bentuk Perseroan Terbatas (PT). Proses panjang terciptanya BUMP di Indonesia ini kemudian menjadi cikal bakal perumusan dasar hukum UU No.19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.

Badan Usaha Milik Petani yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) ini merupakan wadah petani yang didirikan berdasarkan perjanjian dan berbadan hukum untuk menjalankan usaha pertanian secara korporasi dalam bentuk perusahaan dengan modal dasar yang terbagi dalam saham sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) yang proses pembentukannya memperhatikan UU No. 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.

BUMP sebagai lembaga pemberdayaan masyarakat melakukan kegiatan penguatan kapasitas manusia, usaha, lingkungan, dan kelembagaan. Proses dari pembentukan BUMP terdiri dari tahap penumbuhan, pengembangan, mandiri hingga pasca mandiri. Proses tersebut tentunya tidak dapat berjalan sendiri, maka dari itu perlu adanya Sekretariat Nasional Badan Usaha Milik Petani Indonesia (Seknas BUMP Indonesia) sebagai pusat pendidikan dan lembaga yang mendampingi petani atau BUMP sekaligus menjadi induk atau holding BUMP yang sudah terbentuk di Indonesia.

Seknas BUMP Indonesia merupakan lembaga independen yang bergerak dibidang pemberdayaan masyarakat kecil terutama petani dan bisnis dalam lingkup usaha pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan dan usaha-usaha rakyat lainnya. Dalam keberjalanannya, Seknas BUMP Indonesia menjalankan peran pemberdayaan petani ataupun anggota yang tergabung dalam BUMP mulai dari penjamin pasar (offtaker), pendampingan demonstrasi plot (demplot), hingga penyediaan bantuan sarana dan prasarana penunjang kegiatan.